Selasa, November 23, 2010

KUMPULAN METODE PEMBELAJARAN/ PENDAMPINGAN



Semangat: Siswa MAN Nglawak dalam kegiatan KBM

1. CERAMAH

Metode ceramah yang dimaksud disini adalah ceramah dengan kombinasi metode
yang bervariasi. Mengapa disebut demikian, sebab ceramah dilakukan dengan
ditujukan sebagai pemicu terjadinya kegiatan yang partisipatif (curah pendapat,
disko, pleno, penugasan, studi kasus, dll). Selain itu, ceramah yang dimaksud disini
adalah ceramah yang cenderung interaktif, yaitu melibatkan peserta melalui
adanya tanggapan balik atau perbandingan dengan pendapat dan pengalaman
peserta. Media pendukung yang digunakan, seperti bahan serahan (handouts),
transparansi yang ditayangkan dengan OHP, bahan presentasi yang ditayangkan
dengan LCD, tulisan-tulisan di kartu metaplan dan/kertas plano, dll.

Leia Mais…

Penciptaan Alam Semesta


Asal mula alam semesta digambarkan dalam Al Qur'an pada ayat berikut:

"Dialah pencipta langit dan bumi." (Al Qur'an, 6:101)

Keterangan yang diberikan Al Qur'an ini bersesuaian penuh dengan penemuan ilmu pengetahuan masa kini. Kesimpulan yang didapat astrofisika saat ini adalah bahwa keseluruhan alam semesta, beserta dimensi materi dan waktu, muncul menjadi ada sebagai hasil dari suatu ledakan raksasa yang tejadi dalam sekejap. Peristiwa ini, yang dikenal dengan "Big Bang", membentuk keseluruhan alam semesta sekitar 15 milyar tahun lalu. Jagat raya tercipta dari suatu ketiadaan sebagai hasil dari ledakan satu titik tunggal. Kalangan ilmuwan modern menyetujui bahwa Big Bang merupakan satu-satunya penjelasan masuk akal dan yang dapat dibuktikan mengenai asal mula alam semesta dan bagaimana alam semesta muncul menjadi ada.

Sebelum Big Bang, tak ada yang disebut sebagai materi. Dari kondisi ketiadaan, di mana materi, energi, bahkan waktu belumlah ada, dan yang hanya mampu diartikan secara metafisik, terciptalah materi, energi, dan waktu. Fakta ini, yang baru saja ditemukan ahli fisika modern, diberitakan kepada kita dalam Al Qur'an 1.400 tahun lalu.

Sensor sangat peka pada satelit ruang angkasa COBE yang diluncurkan NASA pada tahun 1992 berhasil menangkap sisa-sisa radiasi ledakan Big Bang. Penemuan ini merupakan bukti terjadinya peristiwa Big Bang, yang merupakan penjelasan ilmiah bagi fakta bahwa alam semesta diciptakan dari ketiadaan.





Edwin Hubble dengan teleskop besarnya.

Dalam Al Qur'an, yang diturunkan 14 abad silam di saat ilmu astronomi masih terbelakang, mengembangnya alam semesta digambarkan sebagaimana berikut ini:

"Dan langit itu Kami bangun dengan kekuasaan (Kami) dan sesungguhnya Kami benar-benar meluaskannya." (Al Qur'an, 51:47)

Kata "langit", sebagaimana dinyatakan dalam ayat ini, digunakan di banyak tempat dalam Al Qur'an dengan makna luar angkasa dan alam semesta. Di sini sekali lagi, kata tersebut digunakan dengan arti ini. Dengan kata lain, dalam Al Qur'an dikatakan bahwa alam semesta "mengalami perluasan atau mengembang". Dan inilah yang kesimpulan yang dicapai ilmu pengetahuan masa kini.


Sejak terjadinya peristiwa Big Bang, alam semesta telah mengembang secara terus-menerus dengan kecepatan maha dahsyat. Para ilmuwan menyamakan peristiwa mengembangnya alam semesta dengan permukaan balon yang sedang ditiup.

Hingga awal abad ke-20, satu-satunya pandangan yang umumnya diyakini di dunia ilmu pengetahuan adalah bahwa alam semesta bersifat tetap dan telah ada sejak dahulu kala tanpa permulaan. Namun, penelitian, pengamatan, dan perhitungan yang dilakukan dengan teknologi modern, mengungkapkan bahwa alam semesta sesungguhnya memiliki permulaan, dan ia terus-menerus "mengembang".

Pada awal abad ke-20, fisikawan Rusia, Alexander Friedmann, dan ahli kosmologi Belgia, George Lemaitre, secara teoritis menghitung dan menemukan bahwa alam semesta senantiasa bergerak dan mengembang.

Fakta ini dibuktikan juga dengan menggunakan data pengamatan pada tahun 1929. Ketika mengamati langit dengan teleskop, Edwin Hubble, seorang astronom Amerika, menemukan






Sumber : http://www.keajaibanalquran.com/astronomy_expansion_universe.html

Leia Mais…

Mensyukuri Nikmat Allah dengan Menuntut Ilmu Agama (Nasehat bagi Pemuda)











A. Kewajiban kita atas karunia yang kita terima

Sesungguhnya wajib bagi kita bersyukur kepada Allah ta’ala dengan cara melaksanakan kewajiban terhadap-Nya. Hal ini merupakan kewajiban karena nikmat yang telah diberikan Allah ta’ala kepada kita. Seseorang yang tidak melaksanakan kewajibannya kepada orang lain yang telah memberikan sesuatu yang sangat berharga baginya, ia adalah orang yang yang tidak tahu berterima kasih. Maka manusia yang tidak melaksanakan kewajibannya kepada Allah ta’ala adalah manusia yang paling tidak tahu berterima kasih.

Apakah kewajiban yang harus kita laksanakan kepada Allah ta’ala yang telah memberikan karuniaNya kepada kita? Jawabannya adalah karena Allah ta’ala telah memberikan karuniaNya kepada kita dengan petunjuk ke dalam Islam dan mengikuti Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam, maka bukti terima kasih kita yang paling baik adalah dengan beribadah hanya kepada Allah ta’ala secara ikhlas, mentauhidkan Allah ta’ala, menjauhkan segala bentuk kesyirikan, ittiba’ (mengikuti) Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam, taat kepada Allah ta’ala dan RasulNya shalallahu ‘alaihi wasallam, yang dengan hal itu kita menjadi muslim yang benar.

Muslim sejati ialah muslim yang mengikhlaskan ibadah hanya kepada Allah ta’ala semata dan tidak menyekutukanNya dengan sesuatu apapun, serta ittiba’ hanya kepada Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam. Oleh karena itu untuk menjadi seorang muslim yang benar, ia harus menuntut ilmu syar’i. Ia harus belajar agama Islam, karena Islam adalah ilmu dan amal shalih. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam diutus Allah ta’ala untuk membawa keduanya. Allah ta’ala berfirman :

Dia-lah yang telah mengutus RasulNya (dengan membawa) petunjuk (Al Qur’an) dan agama yang benar untuk dimenangkanNya atas segala agama, walaupun orang-orang musyrik tidak menyukai. (QS At Taubah:33 dan Ash Shaf : 9).

Allah ta’ala juga berfirman :

Dia-lah yang telah mengutus RasulNya dengan membawa petunjuk dan agama yang hak agar dimenangkanNya terhadap semua agama. Dan cukuplah Allah sebagai saksi. (QS Al Fath : 28).

Yang dimaksud dengan al-huda (petunjuk) ialah ilmu yang bermanfaat, dan diinul haq (agama yang benar) ialah amal shalih. Allah ta’ala mengutus Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam untuk menjelaskan kebenaran dari kebatilan, menjelaskan tentang nama-nama Allah ta’ala, sifat-sifatNya, perbuatan-perbuatanNya, hukum-hukum dan berita yang datang dariNya, memerintahkan semua yang bermanfaat untuk hati, ruh dan jasad. Beliau shalallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan untuk mengikhlaskan ibadah semata-mata karena Allah ta’ala, mencintaiNya, berakhlak dengan akhlak yang mulia, beramal shalih, beradab dengan adab yang bermanfaat. Beliau shalallahu ‘alaihi wasallam melarang perbuatan syirik, amal dan akhlak yang buruk yang berbahaya untuk hati dan badan, dunia dan akhirat.[1]

Cara untuk mendapat hidayah dan mensyukuri nikmat Allah ta’ala adalah dengan menuntut ilmu syar’i. Menuntut ilmu sebagai jalan yang lurus (ash shirathal mustaqim), untuk memahami antara yang haq dan bathil, yang bermanfaat dengan yang mudaharat (membahayakan), yang dapat mendatangkan kebahagiaan dunia dan akhirat.

Seorang muslim tidaklah cukup hanya menyatakan ke-Islamannya, tanpa memahami Islam dan mengamalkannya. Pernyataannya itu harus dibuktikan dengan melaksanakan konsekuensi dari Islam.

Untuk itu, menuntut ilmu merupakan jalan menuju kebahagiaan yang abadi. Seorang muslim diwajibkan untuk menuntut ilmu syar’i. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda :

Menuntut ilmu itu wajib atas setiap muslim. (HR Ibnu Majah No. 224 dari shahabat Anas bin Malik rodhiyallohu ‘anhu, lihat Shahih Jamiush Shagir, no. 3913) [2]

B. Keutamaan Ilmu dan Menuntutnya

Ilmu memiliki banyak keutamaan, di antaranya :

1. Menuntut ilmu adalah jalan menuju Surga. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda :

“Barangsiapa yang menempuh suatu jalan dalam rangka menuntut ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju Surga”. (HR Muslim 4/2074 no. 2699 dan yang lainnya dari shahabat Abu Hurairah rodhiyallohu ‘anhu).

2. Warisan para Nabi, sebagaimana sabda Rasululloh shalallahu ‘alaihi wasallam :

“Sesungguhnya para ulama adalah pewaris para nabi. Para nabi tidak mewariskan dinar dan tidak pula dirham, namun hanya mewariskan ilmu. Sehingga siapa yang mengambil ilmu tersebut maka telah mengambil bagian sempurna darinya (dari warisan tersebut)”. (HR At Tirmidzi )

3. Allah ta’ala mengangkat derajat ahli ilmu di dunia dan akherat, sebagaimana firmanNya:

“Hai orang-orang yang beriman, apabila dikatakan kepadamu:”Berlapang-lapanglah dalam majlis”, lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu.Dan apabila dikatakan:”Berdirilah kamu, maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman diantaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat.Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan”. (QS. Al Mujadilah : 11)

4. Ilmu Pintu kebaikan dunia dan akherat, sebagaimana sabda Rasululloh shalallahu ‘alaihi wasallam :

“Barang siapa yang Allah inginkan padanya kebaikan maka Allah fahamkan agamanya”.

C. Pentingnya Ilmu Syar’i

Kita senantiasa ditambahkan ilmu, hidayah dan istiqamah di atas keta’atan, bila kita menuntut ilmu syar’i. Hal ini tidak boleh diabaikan dan tidak boleh juga dianggap remeh. Kita harus selalu bersikap penuh perhatian, serius serta sungguh-sungguh dalam menuntut ilmu syar’i. Kita akan tetap berada di atas ash-Shirathal Mustaqiim bila kita selalu belajar ilmu syar’i dan beramal shalih. Kalau kita tidak perhatikan dua hal penting ini bukan mustahil Iman dan Islam kita akan terancam bahaya. Iman kita akan terus berkurang dengan sebab ketidaktahuan kita tentang Islam, Iman, Kufur, Syirik, dan dengan sebab banyaknya dosa dan maksiyat yang kita lakukan ! Bukankah Iman kita jauh lebih berharga daripada hidup ini ? Dari sekian banyak waktu yang kita habiskan untuk bekerja, berusaha, bisnis, berdagang, kuliah dan lainnya, apakah tidak bisa kita sisihkan sepersepuluhnya untuk hal-hal yang dapat melindungi Iman kita ?

Saya tidaklah mengatakan bahwa setiap muslim harus menjadi ulama, membaca kitab-kitab yang tebal dan menghabiskan waktu sepuluh atau belasan tahun untuk usaha tersebut. Minimal setiap muslim harus bisa menyediakan waktunya satu jam saja setiap hari untuk mempelajari ilmu pengetahuan agama Islam. Itulah waktu yang paling sedikit yang harus disediakan oleh setiap muslim, baik remaja, pemuda, orang dewasa maupun yang sudah lanjut usia. Setiap muslim harus memahami esensi ajaran al-Qur’an dan as-Sunnah yang shahih menurut pemahaman salafush shalih. Oleh karena itu ia harus tahu agama Islam dengan dalil dari al-Qur’an dan as-Sunnah sehingga ia dapat mengamalkan Islam ini dengan benar. Tidak banyak waktu yang dituntut untuk memperoleh pengetahuan agama Islam. Bila Iman kita lebih berharga dari segalanya, maka tidak sulit bagi kita untuk menyediakan waktu 1 jam ( enam puluh menit ) untuk belajar tentang Islam setiap hari dari waktu 24 jam ( seribu empat ratus empat puluh menit).

Ilmu syar’i mempunyai keutamaan yang sangat besar dibandingkan dengan harta yang kita miliki. Imam Ibnul Qayyim al-Jauziyah rahimahullahu (wafat tahun 751 H) menjelaskan perbedaan antara ilmu dengan harta.

D. Kemuliaan Ilmu atas Harta [3]

Ilmu adalah warisan para Nabi, sedang harta adalah warisan para raja dan orang kaya.

Ilmu itu menjaga yang empunya, sedang pemilik harta menjaga hartanya.

Ilmu adalah penguasa atas harta, sedang harta tidak berkuasa atas ilmu.

Harta bisa habis dengan sebab dibelanjakan, sedang ilmu justru bertambah dengan diajarkan.

Pemilik harta jika telah meninggal dunia, ia berpisah dengan dengan hartanya, sedang ilmu mengiringinya masuk ke dalam kubur bersama para pemiliknya.

Harta bisa didapatkan oleh siapa saja baik orang beriman, kafir, orang shalih dan orang jahat, sedang ilmu yang bermanfaat hanya didapatkan oleh orang yang beriman saja.

Sesungguhnya jiwa menjadi lebih mulia dan bersih dengan mendapatkan ilmu, itulah kesempurnaan dirinya dan kemuliaannya. Sedang harta, ia tidak membersihkan dirinya, tidak pula menambahkan sifat kesempurnaan dirinya, malah jiwanya menjadi berkurang dan kikir dengan mengumpulkan harta dan menginginkannya. Jadi keinginannya kepada ilmu adalah inti kesempurnaannya dan keinginannya kepada harta adalah ketidaksempurnaan dirinya.

Sesungguhnya mencintai ilmu dan mencarinya adalah akar semua ketaatan, sedangkan mencintai harta dan dunia adalah akar semua kesalahan.

Sesungguhnya orang berilmu mengajak manusia kepada Allah ta’ala dengan ilmunya dan akhlaknya, sedang orang kaya itu mengajak manusia ke neraka dengan harta dan sikapnya.

Sesungguhnya yang dihasilkan dengan kekayaan harta adalah kelezatan binatang. Jika pemiliknya mencari kelezatan dengan mengumpulkannya, itulah kelezatan ilusi. Jika pemiliknya mengumpulkan dengan menggunakannya untuk memenuhi kebutuhannya syahwatnya, itulah kelezatan binatang. Sedang kelezatan ilmu, ia adalah kelezatan akal plus ruhani yang mirip dengan kelezatan para malaikat dan kegembiraan mereka. Antara kedua kelezatan tersebut (kelezatan harta dan ilmu) terdapat perbedaan yang mencolok.

E. Faktor Pembantu Dalam Menuntut Ilmu

Faktor pembantu dalam keberhasilan menuntut ilmu sangat banyak sekali, diantaranya:

· Taqwa

· Do’a

· Konsistensi dan kontinyuitas dalam menuntut ilmu

· Menghafal

· Mulazamah ulama


F. Cara Tahshiel (Mendapatkan) Ilmu

Ada dua cara mendapatkan ilmu :

· Dengan menelaah dan mangambil ilmu dari kitab-kitab yang terpercaya yang telah ditulis para ulama yang sudah dikenal aqidah dan amanahnya

· Dengan menerima langsung dari guru yang terpercaya kelilmuan dan kesholehannya. Cara inilah yang paling cepat dan gampang dalam mengambil ilmu agama.

Dinukil dari tulisan Ust. Kholid Syamhudi, Lc. (Artikel ustadzkholid.com)

Leia Mais…

PELANTIKAN PENGURUS OSIS DAN MPK MASA BAKTI 2010/2011

Berdebar: Sesaat sebelum prosesi serah terima jabatan Ketum OSIS/MPK


Dalam rangka membelajarkan siswa mengenai tata cara berorganisasi dan aktualisasi diri MAN Nglawak Kertosono mendukung penuh adanya organisasi intra sekolah (OSIS) dan majelis permusyawaratan siswa (MPK). Organisasi yang bernaung dibawah bidang kesiswaan ini mempunya masa bakti kepengurusan setiap satu tahun sekali.

Dalam rangka membelajarkan siswa mengenai tata cara berorganisasi dan aktualisasi diri MAN Nglawak Kertosono mendukung penuh adanya organisasi intra sekolah (OSIS) dan majelis permusyawaratan siswa (MPK). Organisasi yang bernaung dibawah bidang kesiswaan ini mempunya masa bakti kepengurusan setiap satu tahun sekali. Menjadi sebuah tradisi jika terjadi perganian pengurus, maka seluruh warga MAN Nglawak serasa hajatan besar. Banyak serangkaian kegiatan dilaksanakan dalam rangka pergantian pengurus. Beberapa kegiatan yang dilaksanakan diantaranya adalah rapat demisioner pengurus OSIS/MPK masa bakti 2009/2010, kampanye terbuka calon ketua umum OSIS/MPK masa bakti 2010/2011, pemilihan umum (Pemilu Raya) yang diikuti oleh seluruh siswa MAN Nglawak dan pelantikan pengurus OSIS/MPK masa bakti 2010/2011 menjadi acara terakhir. (Humas)


Serangkaian acara tersebut dilaksanakan mulai dari Bulan September hingga Oktober yang lalu, dan berikut beberapa moment yang sempat diabadikan:
























Tegas: Calon Pengurus OSIS/MPK 2010/2011



Leia Mais…

Senin, November 22, 2010

PERPISAHAN PURNA TUGAS Drs. IMAM SYAFI'I


Ada pertemuan, pasti ada perpisahan, begitulah kalimat yang sering kali kita dengar, bahkan kita sendiri sering mengalami kejadian serupa. Kalimat ini nampaknya juga pas jika kita sandangkan pada perpisahan Bapak Drs. Imam Syafi’i. Beliau mengakhiri masa tugasnya (baca: Pensiun) dari masa mengadi di MAN Nglawak kertosono pada tahun 2010 ini.



Terimakasih dan penghormatan setinggi-tingginya ditujukan pada Bapak asal Jombang ini atas dedikasinya selama mengabdi di MAN Nglawak.

Berikut beberapa moment yang sempat diabadikan saat upacara pelepasan Bapak Drs. Imam Syafi’I yang didampingi oleh Ibu Imam:









Mengaharukan: Pak Imam saat memberikan sambutan


Leia Mais…

NASEHAT UNTUK PEREMPUAN



Penyejuk Hati: Wahai Puteriku...

Putriku tercinta! Aku seorang yang telah berusia hampir lima puluh tahun. Hilang sudah masa remaja, impian dan khayalan. Aku telah mengunjungi banyak negeri, dan berjumpa dengan banyak orang.


Aku juga telah merasakan pahit getirnya dunia. Oleh karena itu dengarlan nasehat-nasehatku yang benar lagi jelas, berdasarkan pengalaman-pengalamanku, dimana engkau belum pernah mendengarnya dari orang lain.


Kami telah menulis dan mengajak kepada perbaikan moral, menghapus kejahatan dan mengekang hawa nafsu, sampai pena tumpul, dan mulut letih, dan kami tidak mengahasilkan apa-apa. Kemungkaran tidak dapat kami berantas, bahkan semakin bertambah, kerusakan telah mewabah, para wanita keluar dengan pakaian merangsang, terbuka bagian lengan, betis dan lehernya.


Kami belum menemukan cara untuk memperbaiki, kami belum tahu jalannya. Sesungguhnya jalan kebaikan itu ada di depanmu, putriku! Kuncinya berada di tanganmu.


Benar bahwa lelakilah yang memulai langkah pertama dalam lorong dosa, tetapi bila engkau tidak setuju, laki-laki itu tidak akan berani, dan andaikata bukan lantaran lemah gemulaimu, laki-laki tidak akan bertambah parah. Engkaulah yang membuka pintu, kau katakan kepada si pencuri itu : silakan masuk … ketika ia telah mencuri, engkau berteriak : maling …! Tolong … tolong… saya kemalingan.


Demi Allah … dalam khayalan seorang pemuda tak melihat gadis kecuali gadis itu telah ia telanjangi pakaiannya.


Demi Allah … begitulah, jangan engkau percaya apa yang dikatakan laki-laki, bahwa ia tidak akan melihat gadis kecuali akhlak dan budi bahasanya. Ia akan berbicara kepadamu sebagai seorang sahabat.


Demi Allah … ia telah bohong! Senyuman yang diberikan pemuda kepadamu, kehalusan budi bahasa dan perhatian, semua itu tidak lain hanyalah merupakan perangkap rayuan ! setelah itu apa yang terjadi? Apa, wahai puteriku? Coba kau pikirkan!


Kalian berdua sesaat berada dalam kenikmatan, kemudian engkau ditinggalkan, dan engkau selamanya tetap akan merasakan penderitaan akibat kenikmatan itu. Pemuda tersebut akan mencari mangsa lain untuk diterkam kehormatannya, dan engakulah yang menanggung beban kehamilan dalam perutmu. Jiwamu menangis, keningmu tercoreng, selama hidupmu engkau akan tetap berkubang dalam kehinaan dan keaiban, masyarakat tidak akan mengampunimu selamanya.


Bila engkau bertemu dengan pemuda, kau palingkan muka, dan menghindarinya. Apabila pengganggumu berbuat lancang lewat perkataan atau tangan yang usil, kau lepaskan sepatu dari kakimu lalu kau lemparkan ke kepalanya, bila semua ini engkau lakukan, maka semua orang di jalan akan membelamu. Setelah itu anak-anak nakal itu takkan mengganggu gadis-gadis lagi. Apabila anak laki-laki itu menginginkan kebaikan maka ia akan mendatangi orang tuamu untuk melamar.


Cita-cita wanita tertinggi adalah perkawinan. Wanita, bagaimanapun juga status sosial, kekayaan, popularitas, dan prestasinya, sesuatu yang sangat didamba-dambakannya adalah menjadi isteri yang baik serta ibu rumah tangga yang terhormat.


Tak ada seorangpun yang mau menikahi pelacur, sekalipun ia lelaki hidung belang, apabila akan menikah tidak akan memilih wanita jalang (nakal), akan tetapi ia akan memilih wanita yang baik karena ia tidak rela bila ibu rumah tangga dan ibu putera-puterinya adalah seorang wanita amoral.


Sesungguhnya krisis perkawinan terjadi disebabkan kalian kaum wanita! Krisis perkawinan terjadi disebabkan perbuatan wanita-wanita asusila, sehingga para pemuda tidak membutuhkan isteri, akibatnya banyak para gadis berusia cukup untuk nikah tidak mendapatkan suami. Mengapa wanita-wanita yang baik belum juga sadar? Mengapa kalian tidak berusaha memberantas malapetaka ini? Kalianlah yang lebih patut dan lebih mampu daripada kaum laki-laki untuk melakukan usaha itu karena kalian telah mengerti bahasa wanita dan cara menyadarkan mereka, dan oleh karena yang menjadi korban kerusakan ini adalah kalian, para wanita mulia dan beragama.


Maka hendaklah kalian mengajak mereka agar bertakwa kepada Allah, bila mereka tidak mau bertaqwa, peringatkanlah mereka akan akibat yang buruk dari perzinaan seperti terjangkitnya suatu penyakit. Bila mereka masih membangkang maka beritahukan akan kenyataan yang ada, katakan kepada mereka : kalian adalah gadis-gadis remaja putri yang cantik, oleh karena itu banyak pemuda mendatangi kalian dan berebut di sekitar kalian, akan tetapi apakah keremajaan dan kecantikan itu akan kekal? Semua makhluk di dunia ini tidak ada yang kekal. Bagaimana kelanjutannya, bila kalian sudah menjadi nenek dengan punggung bungkuk dan wajah keriput? Saat itu, siapakah yang akan memperhatikan? Siapa yang akan simpati?


Tahukah kalian, siapakah yang memperhatikan, menghormati dan mencintai seorang nenek? Mereka adalah anak dan para cucunya, saat itulah nenek tersebut menjadi seorang ratu ditengah rakyatnya. Duduk di atas singgasana dengan memakai mahkota, tetapi bagaimana dengan nenek yang lain, yang masih belum bersuami itu?Apakah kelezatan itu sebanding dengan penderitaan di atas? Apakah akibat itu akan kita tukar dengan kelezatan sementara?


Dan berilah nasehat-nasehat yang serupa, saya yakin kalian tidak perlu petunjuk orang lain serta tidak kehabisan cara untuk menasehati saudari-saudari yang sesat dan patut di dikasihani. Bila kalian tidak dapat mengatasi mereka, berusahalah untuk menjaga wanita-wanita baik, gadis-gadis yang sedang tumbuh, agar mereka tidak menempuh jalan yang salah.


Saya tidak minta kalian untuk mengubah secara drastis mengembalikan wanita kini menjadi kepribadian muslimah yang benar, akan tetapi kembalilah ke jalan yang benar setapak demi setapak sebagaimana kalian menerima kerusakan sedikit demi sedikit.


Perbaikan tersebut tidak dapat diatasi hanya dalam waktu sehari atau dalam waktu singkat, malainkan dengan kembali ke jalan yang benar dari jalan yang semula kita lewati menuju kejelekan walaupun jalan itu sekarang telah jauh, tidak menjadi soal, orang yang tidak mau menempuh jalan panjang yang hanya satu-satunya ini, tidak akan pernah sampai. Kita mulai dengan memberantas pergaulan bebas, (kalaupun) seorang wanita membuka wajahnya tidak berarti ia boleh bergaul dengan laki-laki yang bukan mahramnya. Istri tanpa tutup wajah bukan berarti ia boleh menyambut kawan suami dirumahnya, atau menyalaminya bila bertemu di kereta, bertemu di jalan, atau seorang gadis menjabat tangan kawan pria di sekolah, berbincang-bincang, berjalan seiring, belajar bersama untuk ujian, dia lupa bahwa Allah menjadikannya sebagai wanita dan kawannya sebagai pria, satu dengan lain dapat saling terangsang. Baik wanita, pria, atau seluruh penduduk dunia tidak akan mampu mengubah ciptaan Allah, menyamakan dua jenis atau menghapus rangsangan seks dari dalam jiwa mereka.


Mereka yang menggembor-gemborkan emansipasi dan pergaulan bebas atas kemajuan adalah pembohong dilihat dari dua sebab :


Pertama : karena itu semua mereka lakukan untuk kepuasan pada diri mereka, memberikan kenikmatan-kenikmatan melihat angota badan yang terbuka dan kenikmatan-kenikmatan lain yang mereka bayangkan. Akan tetapi mereka tidak berani berterus terang, oleh karena itu mereka bertopeng dengan kalimat yang mengagumkan yang sama sekali tidak ada artinya, kemajuan, modernisasi, kehidupan kampus, dan ungkapan-ungkapan yang lain yang kosong tanpa makna bagaikan gendang.


Kedua : mereka bohong oleh karena mereka bermakmum pada Eropa, menjadikan eropa bagaikan kiblat, dan mereka tidak dapat memahami kebenaran kecuali apa-apa yang datang dari sana, dari Paris, London, Berlin dan New york. Sekalipun berupa dansa, porno, pergaulan bebas di sekolah, buka aurat di lapangan dan telanjang di pantai (atau di kolam renang). Kebatilan menurut mereka adalah segala sesuatu yang datangnya dari timur, sekolah-sekolah Islam dan masjid-masjid, walapun berupa kehormatan, kemuliaan,, kesucian dan petunjuk. Kata mereka, pergaulan bebas itu dapat mengurangi nafsu birahi, mendidik watak dan dapat menekan libido seksual, untuk menjawab ini saya limpahkan pada mereka yang telah mencoba pergaulan bebas di sekolah-sekolah, seperti Rusia yang tidak beragama, tidak pernah mendengar para ulama dan pendeta. Bukankah mereka telah meninggalkan percobaan ini setelah melihat bahwa hal ini amat merusak?


Saya tidak berbicara dengan para pemuda, saya tidak ingin mereka mendengar, saya tahu, mungkin mereka menyanggah dan mencemoohkan saya karena saya telah menghalangi mereka untuk memperoleh kenikmatan dan kelezatan, akan tetapi saya berbicara kepada kalian, putri-putriku, wahai putriku yang beriman dan beragama! Putriku yang terhormat dan terpelihara ketahuilah bahwa yang menjadi korban semua ini bukan orang lain kecuali engkau.


Oleh karena itu jangan berikan diri kalian sebagai korban iblis, jangan dengarkan ucapan mereka yang merayumu dengan pergaulan yang alasannya, hak asasi, modernisme, emansipasi dan kehidupan kampus. Sungguh kebanyakan orang yang terkutuk ini tidak beristri dan tidak memiliki anak, mereka sama sekali tidak peduli dengan kalian selainuntuk pemuas kelezatan sementara. Sedangkan saya adalah seorang ayah dari empat gadis. Bila saya membela kalian, berarti saya membela putri-putriku sendiri. Saya ingin kalian bahagia seperti yang saya inginkan untuk putri-putriku.


Sesungguhnya tidak ada yang mereka inginkan salain memperkosa kehormatan wanita, kemuliaan yang tercela tidak akan bisa kembali, begitu juga martabat yang hilang tidak akan dapat diketemukan kembali.


Bila anak putri jatuh, tak seorangpun di antara mereka mau menyingsingkan lengan untuk membangunkannya dari lembah kehinaan, yang engkau dapati mereka hanya memperebutkan kecantikan si gadis, apabila telah berubah dan hilang, mereka pun lalu pergi menelantarkan, persisnya seperti anjing meninggalkan bangkai yang tidak tersisa daging sedikitpun.


Inilah nasehatku padamu, putriku. Inilah kebenaran. Selain ini jangan percaya. Sadarlah bahwa di tanganmulah, bukan di tangan kami kaum laki-laki, kunci pintu perbaikan. Bila mau perbaikilah diri kalian, dengan demikian umat pun kan menjadi baik. (wallahul musta’an). Disarikan daribuku : “Wahai Putriku” Ali Thanthawi , Ulama Mesir.



Disadur dari http://makalah-artikel.blogspot.com/2007/11/penyejuk-hati-wahai-puteriku.html

Leia Mais…

BERKURBAN DI IDUL ADHA



Sebenarnya istilah yang baku bukan berqurban, tetapi menyembelih hewan udhiyah. Sebab kata “Qurban” artinya mendekatkan diri kepada Allah. Padahal yang disunnahkan adalah melakukan ibadah ritual yaitu menghilangkan nyawa hewan udhiyah, baik dengan cara dzabh (menyembelih) atau nahr

Jadi inti ritualnya adalah pada prosesi penghilangan nyawa hewan udhiyah itu sendiri. Namanya ritual, jadi kita tidak bicara tentang hikmah atau makna apa yang tersirat di belakang peristiwa itu. Ritual ya ritual, sebagaimana kita mengenal istilah itu.

Shalat adalah ibadah ritual, di mana kita diperintahkan untuk berdiri dan menghadap ke arah kiblat, sebelumnya kita harus melakukan ritual dulu yaitu membasuhkan air ke wajah, tangan hingga siku, mengusap kepala dan membasuh kaki hingga mata kaki.

Ritual shalat itu terdiri dari gerakan berdiri, ruku’ (membungkuk), sujud, duduk tasyahhud. Juga terdiri dari bacaan ritual tertentu, yaitu doa iftitah, membaca surat Al-Fatihah, bacaan tasyahhud dan lainnya.
Semua itu adalah ritual khusus yang diperintahkan oleh Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW, di mana dahulu malaikat Jibril khusus turun ke bumi mendemonstrasikan gerakan dan bacaan ritual shalat di hadapan nabi Muhammad SAW. Lalu beliau pun mengikuti gerak dan bacaan ritual itu dan beliau bersabda kepada kita, “Shalatlah kalian sebagaimana kalian melihat aku shalat.”

Bentuk ritual yang lain adalah berjalan berputar mengelilingi empat dinding ka’bah sebanyak 7 putaran, mulai dari hajar aswad dan finish di tempat yang sama. Putarannya berlawanan dengan arah jarum jam kalau dilihat dari atas, dan searah dengan jarum jam kalau dilihat dari bawah tanah. Sebelumnya harus melakukan ritual wudhu’.
Ritual lainnya lagi adalah berjalan kaki 7 kali bolak balik antara bukit Shafa dan bukit Marwah, juga harus dalam keadaan suci dari hadats. Kita juga mengenal ritual lainnya yaitu gerakan melempar batu ke satu titik, yang kita kenal dengan istilah melontar jumrah (jamarat).

Pendeknya semua adalah ritual, di mana nabi SAW sama sekali tidak memberikan alasan logis atau hikmah terpendam di balik semua ritual itu. Kalau orang betawi bilang, “Udeh dari sononye emang begitu.”
(menusuk leher unta dengan tombak), sebagai bentuk ritual peribadatan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Menyembelih Udhiyah
Nah, kali ini ritualnya adalah melakukan penyembelihan. Bentuknya mengiris leher kambing, sapi atau kerbau hingga urat lehernya terputus dan mati. Dan selesai.
Disunnahkan untuk membaca nama Allah dan bertakbir, lafadznya adalah: “Bismillahi Allahu Akbar.” Dan disebutkan Allahumma hadzihi udhiyah ‘an fulan, yang artinya: Ya Allah, aku persembahkan hewan udhiyah ini untuk si fulan.”
Ada pun urusan membagi daging hewan itu kepada yang mustahiq, di luar ritual tersebut di atas. Maka di masa lalu, di manhar (tempat penyembelihan hewan) di Mina, tubuh-tubuh kambing atau unta yang telah disembelih dibuang begitu saja, tidak ada yang mengurusinya. Toh ritualnya sudah tercapai.
Baru akhir-akhiri ini ada badan sosial yang peduli dengan nasib umat Islam di berbagai wilayah ditimpa kelaparan dan kemiskinan, maka didirikan pabrik kornet agar daging-daging itu bisa dimanfaatkan secara lebih luas.

Pembagian Daging Udhiyah
Secara umum, daging hewan udhiyah ini dibagi menjadi tiga bagian. Pertama, dimakan oleh yang menyembelih dan keluarganya. Kedua, untuk dihadiahkan dan ketiga untuk diberikan kepada fakir miskin.
Kecuali bila udhiyah itu bernilai wajib, di mana seseorang sebelumnya telah bernadzar untuk menyembelih, maka menurut sebagian ulama, dagingnya tidak boleh dimakannya sendiri tapi diberikan kepada fakir miskin.



Disadur dari
http://www.ayruzallein.co.cc/2010/11/berkurban-pada-idul-adha.html

Leia Mais…

Selasa, Oktober 12, 2010

NEW HEADMASTER, NEW SPIRIT



Tanggal 10 Februari merupakan hari yang bersejarah bagi seluruh warga MAN Ngalwak Kertosono. Pasalnya pada hari tersebut MAN Nglawak akan mengukir lembaran baru bersamaan dengan pergantian kepala sekolah yang baru yakni Drs. H. Moch. Rochani. Laki-laki yang merupakan asli putra kabupaten Nganjuk ini lahir 51 tahun yang lalu.

Pria yang merupakan putra tertua dari KH. Moch. Badri ini berdomisili di Dusun Kedungringin, Desa Drenges, Kecamatan Kertosono, Kabupaten Nganjuk.

Lelaki yang juga sudah banyak makan asam garam di dunia pendidikan ini memulai riwayat pendidikannya dengan menyelesaikan tingkat pendidikan SD di SDN Drenges II, dilanjutkan dengan melanjutkan ke PGAN (Pendidikan guru agama negeri) di Purwoasri pada tahun 1977, pernah menjadi mahasiswa di IAIN fakultas ushuludin di Kediri pada tahun 1981 dan berhasil merampungkan pendidikan terakhirnya di UNISKA pada tahun 1988.

Cukup panjang memang riwayat pendidikan beliau, namun nampaknya pendidikan saja tidak cukup untuk mengantarkan lelaki yang telah dikarunia satu orang putra dan dua orang putri ini menjadi seorang sosok seperti yang sekarang ini. Berikut beberapa sekolah yang pernah dipimpin oleh Bapak Rochani (begitu biasa beliau disapa): MTs Da’watul Khoir, MTsN Lengkong, MTsN Ngronggot dan MAN Prambon. Sebelum berkarier sebagai kepala sekolah, lelaki yang selalu ramah ini juga pernah berkarier sebagai guru di MA Alhikmah Ngronggot. Semoga MAN Nglawak lebih maju lagi bersama Drs. H. Moch. Rohani. Semoga (Humas)

Leia Mais…

Senin, Juni 07, 2010

AGENDA KEGIATAN PSB MAN NGLAWAK

Info mengenai agenda kegiatan penerimaan siswa baru MAN Nglawak Kertosono tahun pelajaran 2010-2011 dapat dilihat di sini

Leia Mais…

AGENDA KEGIATAN PSB MAN NGLAWAK



AGENDA KEGIATAN
PSB DAN MOS SISWA BARU
MAN NGLAWAK KERTOSONO
TAHUN PELAJARAN 2010-2011









































NO TANGGAL KEGIATAN
1.1-5 Juli 2010Pendaftaran Siswa Baru
2.6 Juli 2010 Ujian Seleksi Calon Siswa Baru
3.7 Juli 2010Pengumuman Hasil Seleksi
4.8-9 Juli 2010Herregistrasi Calon Siswa Baru
5.11 Juli 2010Pra-MOS
6.12, 13, dan 14 Juli 2010MOS
7.15-16 Juli 2010Perkemahan Penerimaan Tamu Ambalan (PTA)
8.17 Juli 2010Hari Efektif Tahun Pelajaran Baru

Leia Mais…

INFO PSB MAN NGLAWAK


KEMENTERIAN AGAMA
MADRASAH ALIYAH NEGERI (MAN)
NGLAWAK KERTOSONO NGANJUK
Telp. (0358) 551547 E-mail:
mannglawak@gmail.com


MAN Nglawak Kertosono membuka pendaftaran siswa baru tahun pelajaran 2010-2011 dengan empat pilihan jurusan program studi, yakni:
- Bahasa
- IPA
- IPS
- Agama

  • Waktu dan Tempat Pendaftaran

1-5 Juli 2010, pukul 07.00-12.00 WIB di kantor MAN Nglawak Kertosono

  • Syarat-syarat Pendaftaran-

1) 1 lembar foto copy ijazah yang telah dilegalisasi

2) 2 lembar pas photo hitam putih ukuran 3x4

3) Mengisi formulir pendaftaran

4) Membayar biaya administrasi sebesar Rp. 30.000,00

Semua persyaratan dimasukkan dalam stofmap warna merah untuk putra dan warna hijau untuk putri.

  • Tes Penyaringan

Tes penyaringan dilaksanakan pada tanggal 6 Juli 2010, yang berupa tes tulis dan praktik.

Materi tes tulis meliputi: Pengetahuan agama, IPA, IPS, Matematika, B. Indonesia, dan B. Inggris.

Materi praktik meliputi praktik ibadah dan membaca Al-Qur'an.

  • Pengumuman

Hasil tes diumumkan tanggal 7 Juli 2010

  • Herregistrasi

Herregistrasi bagi calon siswa baru yang lolos seleksi dilaksanakan pada tanggal 8-9 Juli 2010


Info selengkapnya dapat menghubungi panitia PSB:

- Bpk. Lutfi Kurniawan, S.Pd 08283407179

Leia Mais…

Senin, Mei 31, 2010

PERIHAL KESUNGGUHAN DAN PERTENTANGAN ANTARA ILMU DENGAN KEKAYAAN

Jika engkau mendengar berita
tentang seorang pekerja keras
yang menggenggam gaharu dan gaharu itu bisa
kembali hidup berbuah
terimalah sebagai kebenaran
Jika engkau mendengar berita
tentang si pemalas dan lemah
yang pergi ke sungai untuk meminum airnya
lalu tenggelam oleh bah
terimalah sebagai kenyataan

Andai saja engkau mendapatiku dalam kecerdikan
dan kekayaan
pada bintang-bintang yang tinggi tempatku
bergantung berdiam

Tapi sayang,
siapa yang dianugerahi kecerdikan
akan terhalang dalam kekayaan
karena kedua hal itu berlawanan
selalu bertentangan dan tak mungkin disatukan

Adalah haq bagi Allah menjadikan kepedihan
bagi yang besar cita-cita,
diuji dengan rizki yang berkurang
dan bukti atas kehendak dan hukum Tuhan
laparnya orang berakal di saat si bebal penuh kemewahan

Seseorang yang dimudahkan dalam kekayaan
takkan ia mendapatkan ganjar dan kemuliaan

Sedang bersungguh-sungguh dapat meringankan
segala urusan yang teramat rumit
dan bersungguh-sungguh pula akan membukakan
setiap pintu yang terkunci rapat

(Diwan Syafi'i)

Leia Mais…

Rabu, Mei 19, 2010

RELATIVITAS DAN RESOLUSI ILMIAH part 2

Kalau sebelumnya pernah diposting mengenai Relativitas dan Resolusi Ilmiah part 1 , maka posting kali ini merupakan lanjutan sekaligus titik terang dari semua "keruwetan" yang Anda jumpai di part 1.

RESOLUSI ILMIAH
Menurut Kuhn, proses perkembangan ilmu pengetahuan manusia tidak dapat terlepas sma sekali dari apa yang disebut keadaan "Normal Science" dan "Revolutionary Science" (Muslih, 2006:113).
Cara kerja paradigma dan terjadinya Resolusi Ilmiah dapat digambarkan secara umum ke dalam tahap-tahap berikut:

Tahap pertama, paradigma ilmu membimbing dan mengarahkan aktifitas ilmiah dalam masa ilmu normal (Normal Science). Di sini para ilmuwan menjabarkan dan mengembangkan paradigma sebagai model ilmiah yang digelutinya secara rinci dan mendalam. Dalam tahap ini para ilmuwan tidak bersifat kritis terhadap paradigma yang membimbing aktifitas ilmiahnya. Selama menjalankan aktifitas ilmiah itu, para ilmuwan menjumpai berbagai fenomena yang tidak dapat diterangkan dengan paradigma yang digunakan sebagai bimbingan aktifitas lainnya, inilah yang dinamakan Anomali. Anomaly adalah suatu keadaan yang memperlihatkan adanya ketidakcocokan antara kenyataan (fenomena) dengan paradigma yang dipakai.

Tahap kedua, menumpuknya anomaly menimbulkan krisis kepercayaan dari para ilmuwan terhadap paradigma. Paradigma mulai diperiksa dan dipertanyakan. Para ilmuwan mulai keluar dari jalur ilmu normal.

Tahap ketiga, para ilmuwan bisa kembali lagi pada cara-cara ilmiah yang lama sembari memperluas dan mengembangkan suatu paradigma tandingan yang dipandang bisa memecahkan masalah dan membimbing aktifitas ilmiah berikutnya. Proses peralihan dari paradigma lama ke paradigma baru inilah yang dinamakan Resolusi Ilmiah (Muslih, 2006:118)

Dalam periode "Revolutionary Science", hampir semua kosa kata, istilah-istilah, konsep-konsep, idiom-idiom, cara penyelesaian persoalan, cara berpikir, dan cara mendekati persoalan berubah dengan sendirinya. Sudah barang tentu, khazanah intelektual yang lama masih dapat dimanfaatkan sejauh ia masih menyentuh persoalan yang dihadapi (Muslih, 2006:115).

TEORI RELATIVITAS DAN RESOLUSI ILMIAH
Dalam analisis secara mekanistik, maka terdapat empat komponen analisis utama yakni zat, gerak, ruang, dan waktu. Newton dalam bukunya Philosophiae Naturalis Principia Mathematica (1686) berasumsi bahwa keempat komponen ini bersifat absolut. Zat bersifat absolute dan dengan demikian berbeda secara substantif dengan energi. Berlainan dengan Newton, dalam buku The Special Theory of Relativity (1905) berasumsi bahwa keempat komponen itu bersifat relative. Tidak mungkin kita mengukur gerak secara absolute, kata Einstein. Bahkan zat sendiri itupun tidak mutlak, hanya bentuk lain dari energi dengan rumus yang termasyhur: E=mc2 (Suriasumantri, 2001:84-85).

Pernyataan-pernyataan baru yang bisa disimpulkan dari teori relativitas khusus maupun umum adalah:



  • Tidak ada gerak absolut; yang ada hanya gerak relatif

  • Kecepatan cahaya tetap dan tidak tergantung pada gerakan sumbernya maupun pengamat

  • Tidak ada energi yang bisa dihantarkan lebih cepat daripada kecepatan cahaya

  • Massa sebuah benda yang sedang bergerak adalah fungsi dari kandungan energi yang berbeda-beda sesuai dengan kecepatannya.

  • Materi setara dengan energi

  • Waktu bersifat relatif

  • Ruang dan waktu bersifat saling bergantung dan membentuk suatu kesatuan empat dimensi.

  • Hadirnya materi menyaebabkan pelengkungan ruang, sehingga benda yang sedang melintas di dekat materi itu akan membentuk lintasan lengkung.

Inilah yang disebut efek gravitasi, sebagaimana dibuktikan oleh pelengkungan cahaya yang melintasi medan gravitasi.
Beberapa temuan dan teori yang didasarkan atas teori Relativitas Einstein antara lain:



  1. Bom atom; didasarkan atas rumus E = mc2, di mana E adalah energi, m adalah massa, dan c adalah kecepatan cahaya. Menghukumi Einstein sebagai pihak yang bertanggungjawab atas tragedi kemanusiaan bom atom di Hirosima dan Nagasaki tidaklah bijak. E = mc2 bukanlah rumus (seperti yang dipikirkan banyak orang) untuk bom atom. Ingat! Albert Einstein mengusulkan teori Relativitas pada 1905. Proyek bom atom dimulai pada tahun 1939. Fisika Nuklir dikembangkan oleh para ilmuwan lain, seperti: Joliot Curie, Enrico Fermi, dan Leo Szilard (Joseph Schwartz, 2001:166).


  2. Lubang Hitam; suatu benda masif yang tidak satupun cahaya dapat melepaskan diri darinya, terbentuk oleh kehancuran bintang masif. Lubang Hitam dianggap dapat memberi penjelasan yang lebih meyakinkan terhadap apa yang disebut sebagai obyek "M", yaitu Galaksi Raksasa dengan inti aktif yang sangat terang. Bagian dari pusat galaksi ini berputar demikian cepatnya sehingga diperkirakan mengandung benda dengan massa kira-kira tiga ribu juta bintang dalam satu area yang ukurannya tidak lebih kecil dari ukuran tata surya kita (Breithaupt, 2001:87).


  3. Dentuman Besar (the Big Bang); yaitu teori yang menyatakan bahwa semesta bermula dari suatu ledakan dahsyatsekitar 12 milyar tahun yang lalu. Bukti yang mendukung teori Dentuman Besar: (a) Radiasi latar gelombang mikro dari berbagai arah di Antariksa merupakan radiasi dentuman besar. (b) Rasio hidrogin terhadap helium: penjelasan yag benar atas pertanyaan mangapa terdapat hidrogen tiga kali lebih banyak daripada helium dalam alam semesta. (c) Penjelasan hukum Hubble (Breithaupt, 2001:87)


Begitulah gambaran singkat tentang teori Relativitas Einstein. Teori ini telah merevolusi pandangan kita mengenai ruang, waktu, massa, energi, gerak, dan gravitasi. Teori Relativitas ini telah memberikan suatu pendekatan baru dalam telaah alam semesta.

PENUTUP
Einstein telah mengubah pandangan kita tentang alam semesta meski meninggal dalam kegagalan. Teorinya tentang Relativitas telah menjadikannya sebagai seorang pemikir terbesar sejak Newton. Teori Relativitas meruntuhkan pandangan kita tentang ruang dan waktu serta mengarahkan kita pada suatu dunia yang sebelumnya tidak bisa dibayangkan. Rumus teori ini, yaitu E = mc2 yang menunjukkan bahwa materi dapat diubah menjadi energi , menjadi pencetus zaman nuklir.

Ironis memang yang menemukan teori Relativitas bukan orang Islam, padahal al-Qur'an terdapat peristiwa yag merupakan contoh dari teori ini, yaitu:
- Peristiwa pemindahan Istana Bulqis di zaman Sulaiman yang merupakan contoh dari perubahan wujud materi ke energi dan sebaliknya sesuai rumus E = mc2.
- Kisah Ashabul Kahfi yang merupakan contoh dari Relativitas Waktu. Para penghuni gua merasa tidur setengah atau satu hari, padahal waktu telah berjalan 309 tahun.

Hal ini harus mendorong kita untuk lebih mendalami al-Qur'an dan menghidupkan kembalitradisi ilmiah di kalangan umat Islam.

Leia Mais…

Senin, Mei 10, 2010

Citra Guru dan Tantangan Pendidikan Nasional


Pengertian dan Tugas Guru
Kata guru – menurut orang Jawa—merupakan singkatan dari "digugu lan ditiru". Artinya "guru adalah orang yang harus selalu dapat diikuti dalam ucapan dan perilakunya" Muchtar Buchori (1994:37). Jadi apabila ada seseorang telah ber-titel guru maka hendaknya ia mampu menempatkan dirinya sebagai orang yang dapat dicontoh, ditaati, dan diikuti orang lain terutama oleh anak didiknya. Hal ini jika kita lihat dari segi susunan bahasa yang berlaku di daerah Jawa. Sedang secara esensi, kata guru mengandung pengertian sebagai orang yang mentransformasikan tata nilai dan perubahan perkembangan ke arah pendewasaan anak didik.


Dengan demikian guru bertanggungjawab penuh atas perkembangan anak didik yang diajarnya. Hal ini mencakup: perkembangan pendewasaan, ketrampilan, kecerdasan, akhlak mulia, kekuatan spiritual, dan penggalian segala potensi yang terdapat dalam pribadi anak didik, sebagaimana yang menjadi tujuan pendidikan yang telah diatur dalam UU No.3 tahun 2003.


Jadi tugas guru sebenarnya tidak sekedar mengajar, akan tetapi juga mendidik anak didiknya. Kemudian apa yang menjadi perbedaan antara mengajar dan mendidik? Mengajar adalah sebuah proses pentransformasian nilai dari guru kepada anak didik yang dilakukannya di dalam kelas. Sedangkan mendidik adalah penggalian segala potensi yang terdapat dalam diri siswa (Buchori, 1994:30). Mendidik membutuhkan pendekatan dan pemahaman yang sangat jeli terhadap anak didik sehingga ia lebih sulit daripada mengajar.

Citra Guru Masa Dahulu
Salah satu hal yang menarik pada jaran Islam adalah penghargaan Islam terhadap guru (ustadz dalam bahasa Arab) yang sangat tinggi. Karena guru selalu terkait dengan ilmu pengetahuan sedangkan Allah SWT mengangkat derajat orang-orang yang berilmu pengetahuan. Bahkan Islam mengajarkan agar senantiasa mendahulukan guru daripada orang tua. Hal ini karena orang tua membuat kita bertahan hidup sedangkan guru membuat kita mengerti apa makna hidup dan bagaimana menjalani kehidupan.


Pada zaman dulu hubungan yang terjalin antara guru-murid tidak mengenal istilah untung-rugi, apalagi untung-rugi tersebut diwujudkan dalam artian ekonomi. Guru hanya menginginkan agar anak didiknya berhasil sesuai dengan harapannya, dapat berguna bagi nusa, bangsa, agama, dan orang tua. Guru tidak mengharapkan imbalan atas keberhasilan yang telah dicapai oleh anak didiknya. Keberhasilan anak didik merupakan tujuan utama guru, bukan gaji atau upah tinggi atas pekerjaannya. Bahkan perbah ada seorang ulama yang mengatakan bahwa mengambil upah atau gaji dari hasil mengajar itu haram (Ahmad Tafsir, 2000:77)

Citra Guru Masa Kini dan Tantangan Pendidikan Nasional
Apa yang telah dipaparkan di atas adalah kondisi ideal bagaimana seharusnya citra guru. Akan tetapi akhir-akhir ini sering kita mendengar adanya tindakan-tindakan yang kurang pantas dilakukan oleh seorang guru terhadap anak didiknya. Di Grogol Sukoharjo misalnya, seorang siswi SMPN 2 pingsan lantaran ditampar oleh sang guru. Seorang siswa SMP tewas ditikam oleh gurunya di daerah Joglosemar, dan seorang siswa SMPN 1 Bojong Lompang, Jampang Tengah, Kab. Sukabumi tewas dengan tujuh tusukan dengan pelaku yang tak lain adalah gurunya sendiri. Ini hanya sekelumit dari kondisi pendidikan di beberapa wilayah di tanah air. Ironisnya, tindak kekerasan itu justru dilakukan oleh oknum guru yang seharusnya mengajar bukan menghajar. Lalu apa sebenarnya yang melatarbelakangi semua tindak kekerasan tersebut? Seperti yang penulis kutip dari Kompas (15/12/06) dalam "kemerosotan citra guru Indonesia" terdapat orang tua yang mengeluhkan bahwa tindak penyimpangan itu yang lebih mengarah pada kemerosotan citra guru Indonesia. Inilah beberapa kondisi yang melingkari kehidupan guru dalam dunia pendidikan dewasa ini. Ahmad Tafsir (2006:77) mengutarakan ada tiga poin mengenai perubahan guru pada masa dewasa ini:

  • Kedudukan guru semakin merosot
  • Penghormatan guru kepada murid menurun
  • Harga karya mengajar—gaji—meningkat; lebih diutamakan


Hal ini disebabkan beberapa permasalahan yang dialami oleh guru di antaranya: 1) Tuntutan dalam memenuhi kebutuhan hidup yang semakin beragam sedangkan gaji yang diterima kurang mencukupi; 2) Perilaku sosial, terutama ulah siswa yang sulit untuk dinasehati karena pengaruh lingkungan; dan 3) Upaya guru dalam mengejar target kurikulum yang mungkin menjadi beban mental beberapa guru. Naiknay tingkat standart kelulusan bisa menyebabkan guru menjadi frustasi, dan emosi tidak stabil. Guru dituntut untuk selalu kreatif, inovatif, profesional, dan sebagainya. Semakin tinggi tingkat kreatifitas, inovasi, dan profesionalisme guru dalam mengolah materi yang diajarkan, maka semakin tinggi pula tingkat perkembangan kedewasaan, kecerdasan, dan kreatifitas anak didik, begitupun sebaliknya.


Jika permasalahan-permasalahan di atas sudah dapat diatasi, dan guru pun sudah berjalan sesuai koridor yang semestinya maka upaya peningkatan mutu pendidikan nasional akan lebih maju.

Leia Mais…

Minggu, Mei 02, 2010

RELATIVITAS DAN RESOLUSI ILMIAH part 1

oleh: Bpk. Moh. Zuhal Ma'ruf

Abstract:
Relativity and scientific resolution. This article is going to display the relationship between the theory of relativity and resolution of science. Talking about modern science is talking about any theories appeared in the last of nineteenth century. One of the theories which is most famous was stated by Albert Einstein in 1915. It is known as the theory of relativity. This theory seems become very well known all over the world that has changed the classical views brought by the previous scientist. It has also brought Albert Einstein into the greatest scientist in the world after Newton era. This theory, furthermore, creates a new spirit in the world of science.
Keyword: Theory of relativity, scientific revolution, modern science, theory, scientist



Bagi sebagian besar dari kita menyebut Albert Einstein berarti menyebut "Ilmu Pengetahuan Modern". Ia merupakan salah seorang ilmuwan terkenal yang namanya tetap hidup karena karyanya yang luar biasa. Karyanya telah mengubah pemahaman kita terhadap jagad raya. Pendapat kita tentang ruang dan waktu tidak lagi seperti pendapat kita sebelum ia mengemukakan teorinya. Ia mengubah konsep dasar yang telah berlaku sejak masa Isaac Newton. Einstein dapat disebut sebagai pendiri utama teori-teori fisika abad ke-20 (Lerner, 2001:347)

Antara tahun 1901-1905, Einstein mengembangkan gagasannya tentang Energi dan Materi, Gerak dan Ruang, serta Ruang dan Waktu. Bekerja secara terpisah dari para peneliti kebanyakan, ia menerbitkan tiga makalah penting pada tahun 1905 tentang Fisika Teoritis,. Dua di antaranya saja telah memberi Einstein tempat dalam sejarah Fisika sebagai ilmuwan penting untuk menyelesaikan masalah yang belum terselesaikan di bidang Fisika. Makalah ketiga bahkan mencampakkan kepastian Fisika Klasik ke dalam kekacauan ( Breithaupt, 2001:14)

SEKILAS TENTANG EINSTEIN
Einstein dilahirkan pada tanggal 14 Maret 1879 di Ulm, Jerman. Setahun kemudian keluarga ini pindah ke Munich, tempat adiknya yang bernama Maja dilahirkan. Einstein tinggal di Munich selama 15 tahun. Kecintaannya pada musik yang kemudian menjadi kebutuhan baginya telah terbentuk menonjol ketika ia kursus biola pada usia enam tahun.

Meskipun untuk pekerjaaan-pekerjaan rutin, ia tidak terlalu pandai dan lamban dalam berbicara, Einstein sangat hebat dalam belajar sendiri. Pada umur 12 tahun, ia telah belajar sendiri tentang kalkulus dan pada umur 13 tahun ia telah membaca karya Immanuel Kant Pembahasan tentang Dalil Murni. Ia tidak membaca literatur-literatur ringan, tetapi menekuni buku-buku Matematika, Fisika, dan Filsafat.

Einstein meninggalkan Munich pada usia 15 tahun untuk bergabung dengan orang tuanya di Milan, Italia dan setahun kemudian mencoba masuk Federal Institute of Technology di Zurich, Swiss. Berhubung tidak mempunyai ijazah sekolah menengah atas, ia harus menempuh ujian masuk. Ia gagal dalam Bahasa Modern, Ilmu Hewan dan Botani, mata pelajaran-mata pelajaran yang tidak ia peroleh di Munich. Namun ia menunjukkan keistimewaannya dalam Matematika dan Fisika, sehingga diperkenankan masuk setelah belajar selama satu tahun. Prestasinya di perguruan tinggi sangat hebat. Untuk beberapa waktu setelah wisudanya pada tahun 1900, Einstein tidak bisa mendapatkan asistensi atau pekerjaan apapun. Ia mempergunakan waktunya selama dua tahun untuk mengajar pada berbagai lembaga kecil dan memperoleh pekerjaan sebagai ahli teknik pada kantor paten Swiss di Bern (Lerner, 2001:347)

TEMUAN-TEMUAN EINSTEIN
Di antara karya Einstein yang dipublikasikan pada tahun 1905 berupa makalah adalah:
  1. Tentang Gerak Brown, yaitu gerak berliku-liku dari partikel-partikel kecil yang tersuspensi dalam zat cair yang tidak bergerak, di mana Einstein berhasil membuktikan keberadaan molekul
  2. Penjelasan tentang Efek Foto Listrik, yaitu pemancaran electron oleh logam ketika dikenakan kepada cahaya yang mempunyai panjang gelombang tertentu.
  3. Teori Relativitas Khusus yang menyimpulkan bahwa materi dan energi itu adalah setara satu sama lain.

SEKILAS TENTANG TEORI RELATIVITAS


Teori Relativitas Khusus

Einstein berasumsi bahwa tidak ada suatu gerak benda yang mutlak dalam suatu semesta yang tetap. Akan tetapi gerak benda tersebut hanya dapat dijelaskan dalam kaitan dengan gerak benda-benda yang lain. Kecepatan cahaya itu sendiri merupakan suatu yang mutlak. Kecepatan itu tidak berubah-ubah, tidak peduli apapun gerak dari pengamat. Waktu juga nisbi (relatif). Jam bergerak lebih cepat atau lebih lambat tergantung dari gerak nisbi pengamat. Pemikiran ini merupakan perubahan mendasar dalam pemahaman kita mengenai sifat-sifat jagad raya.


Einstein juga menemukan bahwa massa suatu benda adalah nisbi terhadap kecepatannya. Makin cepat suatu benda bergerak, makin lebih pasif benda tersebut. Kecepatan yang terbatas adalah kecepatan cahaya. Dari sini ia berkesimpulan bahwa materi dan energi adalah equivalent. Persamaannya yang terkenal E=Mc­­2, menyatakan bahwa energi sama dengan materi dikalikan kuadrat kecepatan cahaya. Sebelumnya Radiasi Elektromagnet dipandang sebagai gangguan dalam "eter". Kini radiasi electromagnet harus dipandang sebagai kenyataan Fisika, sebagaimana juga kenyataan materi (Lerner, 2001:349).

Teori Relativitas Umum
Teori yang dikemukakan oleh Eistein pada tahun 1905 ini menyangkut bidang gaya. Teori ini juga dianggap sebagai perwakilan geometris tentang gravitasi.

Menurut teori relativitas umum tidaklah mungkin membedakan antara medan gravitasi dan medan gaya lain. Medan gaya gravitasi atau medan gaya manapun akan menghasilkan efek yang dapat diukur, karena adanya materi dalam alam semesta.

Ketika Einstein menganalisa hal ini dalam teori relativitas umum, ia menemukan bahwa pengaruh itu berbeda dengan apa yang diramalkan oleh hukum gravitasi universal Newton dan hukum-hukum lain dalam fisika klasik. Untuk satu hal sesuai dengan kaidah klasik, lintasan dari berkas cahaya adalah geodesic artinya jarak yang terdekat antara dua titik. Einstein menyatakan bahwa ini hanya akan merupakan garis lurus sempurna dalam jagad raya yang sama sekali tidak mengandung materi. Padahal katanya, cahaya akan dibelokkan kalau lintasannya melewati benda-benda padat. Geodesinya akan menjadi bengkok.

Para ilmuwan menguji teori ini. Mula-mula mereka memotret sebagian dari langit ketika tidak ada matahari. Kemudian mereka memotret lagi ketika ada matahari. Sudah barang tentu mereka harus memotretnya ketika gerhana matahari penuh, karena jika tidak demikian maka bintang-bintang di dekat matahari tidak akan terlihat sama sekali. Apabila benar matahari membelokkan sinar, maka kedudukan bintang-bintang itu akan tampak sedikit berubah pada foto yang kedua. Dan memang demikianlah yang terjadi. Besarnya perubahan adalah sama dengan yang diramalkan oleh teori Relativitas Umum.

Leia Mais…

Selasa, April 20, 2010

Made in japan




Di luar Hotel Hilton, seorang turis Jepang, mau pergi ke bandara, naik taxi di jalan, tiba2 mobil kencang banget, menyalip taxinya si Jepang,dan dengan bangga si jepang berteiak, "Aaaah Toyota made in japan sangat cepat...! nggak lama kemudian mobil lain nyalip juga taxinya si jepang, lagi...! teriak lagi "Aaah Nissan made in japan.. sangat cepat. Nggak lama lagi lewat lagi satu mobil menyalip taxinya si Jepang, dia teriak lagi "aAAaah Mitsubishi made in japan sangat cepat...! .

Kali ini sopir taxi, kesal melihat penumpangnya yang bener-bener nasionalis, di bandara sopir taxi bilang ke si Jepang...

Supir taxi: "100 dollars please....."
Si Jepang: 100 dollars..?! It's not too far from the hotel....!!!!!!!!!!!
Supir taxi: "Aaaah... Argometer made in japan sangat cepat sekali................"!!!!!! ???

Leia Mais…

Senin, April 19, 2010

PENCARIAN













Suatu malam seorang pemuda mengajukan pertanyaan kepada Tuhan



" Tuhan, apa Engkau mencintaiku?"


Tuhan pun menjawab, "Ya. Aku mencintaimu."

Sang Pemuda pun kembali bertanya, " Mengapa?"

Tuhan lalu menjawab, " Karena engkau adalah makhluk-Ku, dan rahmat-Ku takkan pernah habis bagi makhluk-Ku."

Sang Pemuda masih bertanya lagi, " Apa aku mencintai-Mu?"

Tuhan pun kembali menjawab, " Ya. Di hatimu ada cinta untuk-Ku."

" Mengapa demikian?"

" Karena engkau masih memiliki waktu untuk mengingat-Ku dan bertanya kepada-Ku."

" Tuhan, apa Engkau jauh dariku?"

" Tidak. Aku begitu dekat denganmu, tapi engkau yang menjauhkan diri dari-Ku."

" Tuhan, apa aku bisa kembali mendekat kepada-Mu?"

" Ya. Kau bisa."

" Bagaimana caranya?"

" Majulah satu langkah! Maka Aku akan maju sepuluh langkah."

" Tuhan, aku telah maju satu langkah. Di mana Engkau?"

" Mendekatlah lagi satu hasta! Maka Aku akan mendekatimu satu depa."

" Tuhan, aku telah mendekat satu hasta, di mana Engkau?"

" Lebih dekat lagi! Berjalanlah! Maka Aku akan berlari menyambutmu."

" Tuhan, aku telah berjalan dan mulai lelah dengan perjalanan ini. Di manakah sebenarnya Diri-Mu?"

" Aku di sini, tinggal sedikit lagi. Larilah!"

" Oh, Tuhan. Aku telah berlari sekian jauhnya. Mengapa belum juga kutemu Diri-Mu?"

" Aku telah berdiri di hadapanmu.

Ach, mengapa engkau tak melihat-Ku?"

(Yun)

Leia Mais…

Rabu, April 14, 2010

PAMAN GURU....!!!


Paman sesungguhnya hanya seorang guru biasa. Sama persis dengan guru-guru yang lainnya. Bahkan, paman sering berpikir dan bersikap sederhana. Orangnya sederhana, tak banyak cakap,cuma kadang-kadang tertawa begitu keras mendengar gurauan teman-teman sesame guru.

Menurut Paman Guru, mereka hanya menutupi luka yang menganga dimana-mana. Luka karena tak bisa jadi WAKA, ditambah lagi gaji yang kadang-kadang tak mencukupi untuk sekedar menyenangkan anak istri. Begitulah kata paman, bahwa segalanya dalam hidup ini hanya sebuah persimpangan. Milih jalan itu atau jalan yang lain, ya…hasilnya akan sama saja. Toh pada kenyataannya mereka akan tetap hidup, tua, dan kemudian mati. Sebuah rutinitas yang tak menyisakan apapun kecuali kejenuhan yang diselingi tawa dan canda.

Barangkali pemikiran itulah yang membuat hidup paman bagai tanpa beban. Melayang kemari sambil sapa kanan kiri, serta sesekali menengok ke belakang, siapa tahu ada yang ketinggalan.

Paman pun terus melanjutkan perjalanan. Hingga pada suatu saat, tiba-tiba kutemui paman tengah menundukkan kepalanya dalam-dalam, menutup kedua matanya dengan tangan-tangan keriput miliknya. Ada apa gerangan dengan paman, mengapa kali ini dia kelihatan menjadi seorang pemurung, seorang yang putus asa. Sungguh, suatu pemandangan yang mengejutkan menyaksikan rona wajahnya yang tak bersinar seperti biasanya. Dan baru kusadari bahwa pipinya juga basah dengan air mata.

Dengan cara memaksa, akhirnya aku berhasil mengajaknya berbicara. Dan…ha…ha… rasanya aku tak kuat menahan tawa ketika kudengar cerita singkatnya. Paman…paman… hanya diprotes begitu saja kok sedih bukan main. Bukankah paman juga tahu bahwa begitu banyak orang yang menghabiskan waktu, tenaga, bahkan imannya untuk mengais uang-uang sampah sampai milyaran rupiah, toh mereka tak pernah merasa bersalah. Tapi dia, paman satu ini sampai rela banyak meluruhkan air mata hanya karena sering terlambat 10-15 menit masuk kelas sebab memang kendaraan umum di kota kecil ini begitu sulit didapatkan. Atau pernah beberapa kali memberi tugas oleh karena encoknya tak dapat diajak kerjasama. Namun memang harus dimaklumi. Siapa yang peduli dengan alasan-alasan kecil seperti itu. Bukankah tujuan pendidikan takboleh diabaikan oleh hal-hal sepele macam demikian? Bisa-bisa generasi mendatang hanya menjadi generasi yang pasif, berpikir lurus, bahkan terpaksa harus rela disebut generasi pinggiran yang memang seharusnya dipinggirkan. Oh….tidak! Hal itu tak boleh terjadi di negeri ini. Mereka harus menjadi otak-otak brilian yang mampu memanfaatkan peluang dan kesempatan.

Setelah kejadian itu, tak lagi kulihat paman dengan tas tuanya berjalan mengejar angkutan. Tak pernah kutemui senyum dan lambaian tangannya ketika bersua denganku di kios Koran ujung jalan. Dan entah mengapa aku menjadi merindukan langkah-langkah lelahnya yang dengan penuh semangat pulang ke rumah.

Baru beberapa minggu kemudian kudengar kabar bahwa paman telah mengundurkan diri dari pekerjaan yang katanya dulu sangat dicintainya. "Paman sangat terpukul mendengar protes yang ditujukan untuknya", kata salah satu penjaja koran yang juga menjadi satpam di sekolah paman. Aku merasa sayang dengan keputusan yang kunilai tidak bijaksana itu. Masak sih cuma karena hal kecil begitu paman harus kehilangan sumber penghasilan. Sungguh sangat tak adil bagi istri dan anak yang sangat bergantung padanya.

Sebenarnya sudah berkali-kali aku punya niat untuk mengunjunginya. Ingin kutanyakan padanya, mangapa dia sampai berbuat tolol demikian. Tindakan seperti itu menurutku hanya mengada-ada dan tidak berpikir panjang. Apakah memang watak paman yang egois, getas, atau bahkan skeptis? Tapi yang kukenal selama ini bukanlah pribadi seperti itu. Setiap kutatap matanya, jika kebetulan ngobrol dengannya, aku tahu bahwa bara juang terus membara meski kadang-kadang lelah dan pikiran buntu karena tak punya uang untuk bayar utang, kerap meredupkan api itu. Tapi aku yakin, bahwa api itu tidak akan pernah bisa dipadamkan, oleh apapun juga. Apapun! (Mustagfiroh)<

Leia Mais…